Layang-layang Energi Google X : Turbin Angin yang Berbentuk Layang-layang.

Layang-layang energi eksperimen Google X

Para pembaca mungkin sudah tidak asing lagi dengan namanya turbin angin. Turbin angin memanfaatkan energi angin untuk menghasilkan listrik. Meskipun begitu, turbin angin tidaklah efisien di tempat yang energi anginnya tidak cukup kuat dan melimpah. Nah, Google X ingin mengubah hal itu dengan bereksperimen menggunakan Layang-layang energi.
Layang-layang energi ini dirancang oleh perusahaan energi angin asal California, Makani Power. Tidak seperti turbin angin konvensional yang memiliki bentuk menara tinggi. Turbin angin ini malah ditempatkan pada pesawat layaknya layang-layang yang dapat diterbangkan pada ketinggian yang lebih tinggi daripada menara turbin angin untuk mendapat daya dari hembusan angin kuat yang terdapat di ketinggian yang lebih tinggi.
Layang-layang energi eksperimen Google X
Layang-layang energi ini terdiri dari tiga bagian utama, yaitu: layang-layang, tali penghubung, dan ground station. Layang-layang diterbangkan hingga menyentuh ketinggian 1.500 kaki menggunakan rotor yang mirip seperti baling-baling helikopter. Setelah mencapai puncak, layang-layang diprogram untuk bergerak dalam arah yang melingkar, yang mana akan memutar baling-baling layang-layang, dan menyebabkan turbin berputar dan menghasilkan daya internal. Semua listrik yang dihasilkan akan dikirim kembali ke ground station melalui tali penghubung yang terbuat dari kabel khusus.

Mengapa eksperimen ini penting? Menurut Google, sistem ini jauh lebih murah dan lebih mudah untuk dibangun daripada menara tradisional, hal ini menjadi alternatif penghemat sumber daya yang besar. Selain itu, kemampuan untuk memanen daya di ketinggian 1.500 kaki di atas tanah memungkinkan layang-layang untuk menangkap sebanyak 50 persen energi lebih banyak daripada turbin angin tradisional, membuat layang-layang ini menjadi solusi yang efisien.
advertisement: