Yahoo, Perusahaan Teknologi Yang Sial Tahun 2016 Ini

Komputer.co.id – Ada banyak perusahaan teknologi besar yang tampaknya mengalami kesialan tahun ini. Salah satunya yang paling menggenaskan adalah Yahoo.

Kesulitan bersaing dengan Google, Yahoo pun memutuskan untuk menerima tawaran akuisisi dari perusahaan operator Verizon pada bulan Juli lalu. Nilainya pun cukup murah untuk perusahaan sepopuler mereka, cuma USD 4,8 miliar.

 

Dijualnya Yahoo karena dinilai buruknya kepemimpinan CEO Marissa Mayer. Namun tak sedikit juga yang membelianya termasuk beberapa mantan karyawan Yahoo.

 

Jelena Woehr misalnya, ia adalah mantan Social Communications Manager di Yahoo dan sudah bekerja disana selama 4 tahun. Menurutnya Mayer tidak dapat disalahkan sepenuhnya. Secara organisasi, Yahoo memang sudah rusak.

 

Bukan hanya nilai akuisisi yang murah, baru-baru ini pun Yahoo dikabarkan menyembunyikan peretasan besar di dalam situsnya.

Yahoo mengaku bahwa ada peretasan lain yang ada di servernya dan bisa membahayakan 1 miliar akun para penggunanya. Jumlah itu sangat besar, bahkan dua kali lipat dibandingkan peretasan yang mereka akui pada bulan September lalu dimana pada tahun 2014 mereka juga kebocoran sekitar 500 juta akun.

 

Peretasan 1 miliar akun itu diungkapnya terjadi pada bulan Agustus 2013 dimana data penggunanya banyak bocor ke tangan peretas. Data tersebut meliputi nama, alamat, email, tanggal lahir, nomor telepon dan password yang terenkripsi.

 

Dampak terparah dari peretasan itu adalah akusisi yang dilakukan Verizon pun terancam batal. Pihak Verizon mengatakan Yahoo terkesan menutup-nutupi kasus tersebut.