Pemerintah Norwegia Hapuskan Radio FM

Pemerintah Norwegia Hapuskan Radio FM

Pemerintah Norwegia Hapuskan Radio FM

Komputer.co.id – Sebuah keputusan yang terbilang kontroversial baru saja diberlakukan pemerintah Norwegia. Betapa tidak, tak lama lagi mereka akan mematikan Radio FM.

Jadi terhitung 11 Januari nanti, seluruh siaran radio FM akan dinonaktifkan. Pemerintah Norwegia akan mengalihkannya ke sistem Digital Audio Broadcasting (DAB).

Bukan tanpa tantangan, kebijakan tersebut menuai banyak penentangan. Kritikus menganggap kebijakan pemerintah tidak masuk akal, pasalnya belum semua warga Norwegia dianggap siap menerima keputusan tersebut.

Salah satu alasan para warga menentang kebijakan itu karena lebih dari 6 juta mobil di Norwegia belum dilengkapi perangkat yang mendukung penyiaran digital. Sedangkan untuk bermigrasi butuh dana yang banyak.

Untuk memasang perangkat digital di dalam mobil, paling tidak butuh dana minimal USD 175 atau sekitar Rp. 2,4 juta. Uang itu harus ditanggung oleh warga tanpa ada subsidi.

Karena kondisi inilah para kritikus takut akan banyak warga yang luput dari peringatan darurat yang sering disiarkan melalui radio.

“Kami belum siap menerimanya. Jutaan radio yang ada dirumah warga tidak bisa beroperasi lagi saat jaringan FM dimatikan. Ini tentu akan menimbulkan masalah keamanan,” ujar Ib Thomsen selaku anggota parlemen dari Partai Kemajuan sebagaimana yang kami kutip dari laman Detik.com, Sabtu (7/1/2017).

Jejak pendapat bahkan dilakukan untuk mengetahui pendapat warga soal penonaktifan Radio FM ini. Dan hasilnya pun 66% warga menolak sedangkan 17% menyetujui. Lalu sisanya belum bisa memutuskan.

Sayangnya walaupun dari hasil survei banyak warga yang menolak, Pemerintah Norwegia malah memberikan lampu hijau atas keputusan tersebut. Mereka pun mengklaim sistem digital akan memberikan saluran yang lebih baik dibandingkan Radio FM.

Bila nanti pemerintah Norwegia jadi memberlakukan keputusannya, maka mereka akan menjadi negara pertama didunia yang menonaktifkan Radio FM walaupun beberapa negara di Eropa kabarnya juga akan memberlakukan hal serupa.

Inggris misalnya, mereka berencana untuk mengalihkan ke DAM pada akhir 2017 mendatang, lalu disusul Swiss pada tahun 2020 dan beberapa negara lainnya.